January 12, 2026

Indonesia-Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Industri dan Mineral

  • April 16, 2025
  • 2 min read
Indonesia-Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Industri dan Mineral

Jakarta, Gatranews.id – Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi sepakat memperkuat kerja sama di sektor industri dan mineral. Kesepakatan itu disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita usai menerima Menteri Industri dan Mineral Arab Saudi di Jakarta, Rabu (16/4).

Menurut Agus, kunjungan tersebut berlangsung di saat yang tepat. Ia menyebut, kondisi geoekonomi dan geopolitik global sedang tidak menentu.

“Global uncertainty ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Agus menilai, salah satu cara menghadapinya adalah memperkuat kerja sama bilateral. Terutama dalam menghadapi potensi kebijakan baru dari negara-negara besar, seperti Amerika Serikat.

Ia mengungkapkan, nilai perdagangan Indonesia–Arab Saudi masih tergolong rendah. Tahun 2024, angkanya hanya US$3,3 miliar.

“Padahal kedua negara sama-sama anggota G20. Angka ini sangat rendah,” kata Agus.

Investasi Arab Saudi di Indonesia juga dinilai belum optimal. Padahal, menurutnya, potensi kedua negara bersifat saling melengkapi.

“Saudi baru memulai industrialisasi. Indonesia bisa jadi contoh karena sudah lebih dulu membangun industri manufaktur,” ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas kerja sama di sektor petrokimia dan mineral. Indonesia mendorong hilirisasi sektor petrokimia untuk menopang berbagai industri turunannya. Sementara itu, Arab Saudi dinilai memiliki kekuatan untuk mendukung hal ini.

Selain itu, Arab Saudi juga disebut tertarik bekerja sama dalam pengembangan industri mineral. Menteri Arab Saudi telah bertemu dengan sejumlah pelaku usaha mineral di Indonesia.

Kerja sama pengembangan kawasan industri turut menjadi agenda pembicaraan. Arab Saudi tertarik mempelajari pengelolaan kawasan industri di Indonesia yang kini telah mencapai lebih dari 150 kawasan.

Agus menyampaikan bahwa kedua negara tengah menyusun nota kesepahaman (MoU). Dokumen tersebut akan memuat proyek-proyek prioritas yang bersifat quick win dan low hanging fruit.

“Kita tidak mau MoU hanya sekadar simbolik. MoU ini harus berjalan dan bisa langsung dilaksanakan,” tegasnya.

Beberapa proyek yang sedang dieksplorasi antara lain kerja sama dengan MIND ID dan Vale Indonesia. Proyek ini dinilai punya potensi besar untuk menjadi kerja sama awal yang konkret antara kedua negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *