January 12, 2026

MUI Gelar Silaturahmi Kemanusiaan untuk Palestina, Serukan Dukungan Total Bangsa Indonesia

  • April 14, 2025
  • 3 min read
MUI Gelar Silaturahmi Kemanusiaan untuk Palestina, Serukan Dukungan Total Bangsa Indonesia

Jakarta, Gatranews.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Silaturahmi Kemanusiaan untuk Palestina di Gedung MUI Pusat, Jakarta, pada Senin (14/4/2025). Acara ini menjadi wujud keprihatinan dan solidaritas berbagai elemen masyarakat Indonesia terhadap penderitaan rakyat Palestina, khususnya di Gaza, yang hingga kini masih mengalami kekejaman akibat agresi militer Israel.

Sekretaris Jenderal MUI, Buya Dr. Amirsyah Tambunan, yang membacakan pernyataan resmi dalam forum tersebut, menegaskan bahwa perjuangan rakyat Palestina bukan semata konflik, melainkan bentuk perlawanan terhadap penjajahan.

“Masalah utama Palestina adalah penjajahan oleh Israel yang melakukan penindasan sistemik dan genosida untuk menghapus bangsa Palestina dari tanah mereka sendiri,” tegas Buya Amirsyah.

MUI mencatat, lebih dari 50 ribu warga Gaza telah menjadi korban jiwa, dan 80 persen infrastruktur hancur akibat agresi Israel sejak Oktober 2023. Bahkan, kesepakatan gencatan senjata tahap pertama yang ditandatangani 15 Januari 2025 pun dilanggar secara sepihak oleh Israel.

“Gencatan senjata itu seharusnya menjadi jalan damai, tapi justru diabaikan oleh otoritas Israel. Ini bukti arogansi dan niat mereka untuk menguasai penuh Gaza,” lanjutnya.

Silaturahmi ini dihadiri perwakilan lintas agama, organisasi sosial-kemanusiaan, lembaga filantropi, kelompok relawan, serta perwakilan dari BAZNAS. MUI dan seluruh peserta menyoroti dukungan Amerika Serikat terhadap agresi Israel, terutama setelah pelantikan kembali Donald Trump sebagai Presiden AS.

“Wacana relokasi warga Gaza oleh Presiden Trump menjadi tamparan keras bagi kemanusiaan. Bayangkan, Gaza ingin dijadikan destinasi wisata bernama ‘Reviera Timur Tengah’. Ini bukan hanya tidak manusiawi, tapi juga bentuk kejahatan internasional,” tutur Buya Amirsyah.

MUI juga menyambut baik pernyataan Presiden RI yang menyatakan kesediaan mengevakuasi 1.000 warga Gaza yang terdiri dari anak-anak, perempuan, dan yatim piatu untuk menjalani perawatan medis di Indonesia. Namun, MUI menegaskan perlunya kajian mendalam agar tidak dimanipulasi sebagai bagian dari agenda relokasi.

“Evakuasi bersifat kemanusiaan dan sementara. Namun, jangan sampai hal itu digunakan untuk membenarkan relokasi paksa oleh kekuatan asing,” kata Amirsyah.

MUI menekankan pentingnya kesatuan nasional dalam membela Palestina, seraya menyerukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami ingin seluruh elemen bangsa tetap solid. Jangan sampai perbedaan pandangan tentang bantuan kemanusiaan ini melemahkan energi bangsa untuk mendukung Palestina,” ujarnya.

Selain itu, MUI mendukung Fatwa Jihad yang dikeluarkan International Union of Muslim Scholars (IUMS) dan menyatakan kesesuaiannya dengan hasil Ijtima’ Ulama MUI tahun 2024 di Bangka Belitung.

“Fatwa jihad ini tidak semata bermakna perang, melainkan mencakup jihad diplomasi, politik, ekonomi, dan kemanusiaan. Inilah bentuk jihad yang relevan dan diperlukan hari ini,” imbuhnya.

Dalam pernyataan resminya, MUI juga menyerukan agar Indonesia:

  • Meningkatkan diplomasi dan tekanan internasional untuk menghentikan agresi Israel,
  • Membuka akses bantuan ke Gaza melalui perbatasan Rafah,
  • Menyelenggarakan konferensi internasional untuk kemerdekaan Palestina,
  • Menolak keras wacana relokasi warga Gaza ke negara lain,
  • Melanjutkan kajian mendalam terhadap evakuasi kemanusiaan yang diusulkan Presiden RI,
  • Menyerahkan urusan diplomasi dan militer kepada pemerintah secara bijak dan terarah.

Acara diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemerdekaan rakyat Palestina.

“Kami mengajak seluruh umat Islam dan masyarakat Indonesia untuk tetap bersabar, tawakal, dan menjaga kesatuan dalam perjuangan ini. Doa dan usaha kita, insya Allah, akan dikabulkan oleh Allah SWT,” pungkas Buya Amirsyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *