February 4, 2026

Suriah Tunjuk Osama al-Rifai sebagai Mufti Agung, Babak Baru Kepemimpinan Religius

  • March 29, 2025
  • 3 min read
Suriah Tunjuk Osama al-Rifai sebagai Mufti Agung, Babak Baru Kepemimpinan Religius

Damaskus, Gatranews.id – Presiden sementara Suriah, Ahmed al-Sharaa, secara resmi menunjuk Osama al-Rifai sebagai Mufti Agung Suriah. Keputusan ini menandai kembalinya posisi Mufti Agung setelah sempat dihapus oleh rezim Bashar al-Assad pada 2021.

Pengangkatan ini dianggap sebagai langkah penting dalam membangun kembali struktur keagamaan yang lebih independen setelah pergantian kekuasaan di negara tersebut.

Siapa Osama al-Rifai?

Osama al-Rifai lahir di Damaskus pada tahun 1944 dan dikenal sebagai ulama moderat yang memiliki pengaruh besar di kalangan umat Islam di Suriah.

Sejak awal, ia secara terbuka menentang rezim Bashar al-Assad dan mendukung gerakan rakyat yang menuntut perubahan. Pandangan kritisnya terhadap pemerintah membuatnya menjadi target represi sejak pecahnya revolusi Suriah pada 2011.

Pada tahun yang sama, ia mengalami serangan brutal setelah menyampaikan khutbah Jumat yang mengecam kebijakan represif pemerintah.

Pasukan keamanan menyerbu masjid tempatnya berceramah, memukuli serta menangkap banyak jamaahnya. Insiden ini mendorong al-Rifai untuk meninggalkan Suriah dan mencari perlindungan di luar negeri.

Perjuangan di Pengasingan

Di pengasingan, al-Rifai tetap aktif dalam dunia keagamaan dan politik. Pada 2014, ia turut mendirikan sebuah dewan Islam di Istanbul yang bertujuan untuk mengayomi warga Suriah yang menentang pemerintahan Assad.

Dewan ini menjadi wadah bagi para ulama yang berupaya memperjuangkan hak-hak rakyat Suriah serta memperkuat nilai-nilai Islam yang damai dan berkeadilan.

Setelah lebih dari satu dekade di luar negeri, al-Rifai akhirnya kembali ke Damaskus pada Desember 2024. Kedatangannya disambut dengan antusiasme oleh masyarakat yang menganggapnya sebagai simbol harapan dan perubahan.

Kembali ke tanah airnya setelah sekian lama menjadi bentuk dedikasinya dalam membangun kembali kehidupan keagamaan yang lebih demokratis dan inklusif di Suriah.

Kembalinya Posisi Mufti Agung

Penunjukan al-Rifai sebagai Mufti Agung merupakan langkah bersejarah. Jabatan ini sebelumnya dihapus oleh Assad melalui dekrit presiden pada 2021, yang sekaligus memberikan lebih banyak kendali kepada kementerian pemerintah dalam mengawasi urusan agama.

Penghapusan ini juga menyebabkan Ahmed Badreddin Hassoun, yang telah menjabat sejak 2004, harus pensiun.

Kini, dengan adanya perubahan politik di Suriah, posisi Mufti Agung dihidupkan kembali sebagai bagian dari reformasi struktural dalam bidang keagamaan.

Para pengamat menilai bahwa penunjukan al-Rifai menandakan era baru dalam hubungan antara agama dan negara di Suriah.

Harapannya, institusi keagamaan akan memiliki lebih banyak kebebasan dalam menjalankan peran mereka tanpa tekanan politik.

Nasib Ahmed Badreddin Hassoun

Sementara itu, mantan Mufti Agung Ahmed Badreddin Hassoun dilaporkan mengalami nasib yang tidak menentu.

Beberapa laporan tidak resmi menyebutkan bahwa ia ditangkap di bandara saat berusaha meninggalkan negara tersebut.

Meskipun belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang, kabar ini diperkuat oleh anggota keluarganya yang mengonfirmasi penahanan Hassoun melalui media sosial.

Situasi ini memicu spekulasi mengenai bagaimana pemerintah baru akan menangani tokoh-tokoh yang sebelumnya berafiliasi dengan rezim Assad.

Banyak pihak yang berharap bahwa transisi kekuasaan di Suriah dapat berlangsung dengan damai dan berkeadilan, tanpa adanya balas dendam politik terhadap individu-individu yang sebelumnya mendukung pemerintahan lama.

Babak Baru untuk Suriah

Dengan penunjukan Osama al-Rifai sebagai Mufti Agung, Suriah memasuki babak baru dalam sejarah keagamaannya.

Keputusan ini diharapkan dapat memperkuat peran ulama dalam membimbing masyarakat dan membangun kembali persatuan nasional.

Dalam kondisi pasca-konflik, peran agama menjadi sangat krusial dalam menyatukan berbagai kelompok yang selama ini terpecah akibat perang saudara.

Sebagai seorang ulama yang dikenal dengan sikap moderat dan keterbukaannya terhadap dialog, al-Rifai diharapkan mampu menjembatani berbagai kepentingan dan menghadirkan kepemimpinan religius yang membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Suriah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *