February 4, 2026

Sutradara Pemenang Oscar “No Other Land” Diculik Tentara Israel Setelah Penyerangan di Tepi Barat

  • March 25, 2025
  • 2 min read
Sutradara Pemenang Oscar “No Other Land” Diculik Tentara Israel Setelah Penyerangan di Tepi Barat

Tepi Barat, Gatranews.id – Sutradara Palestina Hamdan Ballal, salah satu pembuat film dokumenter pemenang Oscar No Other Land, dilaporkan diculik oleh tentara Israel setelah mengalami serangan brutal dari sekelompok pemukim ilegal di Tepi Barat pada Senin, 24 Maret 2025.

Keberadaannya hingga kini masih belum diketahui, memicu kekhawatiran dari komunitas internasional.

Menurut laporan saksi mata, Ballal tengah berada di desa Susya, Tepi Barat, bersama beberapa aktivis Yahudi anti-kekerasan ketika sekitar 15 pemukim bertopeng menyerangnya secara brutal. Akibat serangan itu, Ballal mengalami luka serius di kepala dan perut.

Saat tim medis berusaha mengevakuasinya dengan ambulans, tentara Israel tiba-tiba datang, memasuki ambulans, dan menangkap Ballal. Hingga kini, pihak berwenang belum memberikan informasi jelas mengenai keberadaan serta kondisi Ballal setelah penangkapannya.

Film “No Other Land” dan Kritik terhadap Kebijakan Israel

Ballal adalah salah satu sutradara No Other Land, film dokumenter yang meraih penghargaan sebagai Film Dokumenter Terbaik di Academy Awards 2025. Film ini mengangkat kisah perjuangan komunitas Palestina di Masafer Yatta yang menghadapi penggusuran oleh otoritas Israel.

Dibuat oleh Ballal bersama Basel Adra, Yuval Abraham, dan Rachel Szor, No Other Land menyoroti bagaimana warga Palestina di wilayah tersebut harus bertahan di tengah tekanan kebijakan Israel yang semakin keras. Kemenangan film ini di Oscar menuai pujian sekaligus kontroversi, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Palestina.

Kecaman Internasional dan Desakan Transparansi

Insiden penangkapan Ballal memicu kecaman dari berbagai pihak, terutama kelompok hak asasi manusia dan sineas internasional. Banyak pihak menilai bahwa kasus ini bukan sekadar serangan terhadap individu, tetapi juga bagian dari upaya membungkam suara yang mengungkap realitas di lapangan.

Organisasi HAM menyerukan agar Israel segera mengungkap keberadaan Ballal dan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan oleh tentaranya. Selain itu, komunitas internasional diharapkan lebih aktif dalam menekan Israel untuk menghentikan kekerasan terhadap warga sipil dan para aktivis.

Kasus ini semakin memperlihatkan situasi genting di Tepi Barat, di mana ketegangan antara warga Palestina dan pemukim Israel terus meningkat. Penangkapan Ballal menjadi alarm bagi kebebasan berekspresi, terutama bagi mereka yang berani mengungkap realitas konflik di wilayah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *