February 4, 2026

Serangan Udara Israel Hantam RS Nasser di Khan Younis, Seorang Pimpinan Hamas Tewas

  • March 25, 2025
  • 2 min read
Serangan Udara Israel Hantam RS Nasser di Khan Younis, Seorang Pimpinan Hamas Tewas

Khan Younis, Gaza – Militer Israel kembali melancarkan serangan udara yang menghantam Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza Selatan, pada Ahad (24/3) waktu setempat.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk seorang pemimpin senior Hamas, Ismail Barhoum, yang saat itu tengah dirawat di rumah sakit.

Laporan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa serangan tersebut menargetkan salah satu ruangan bedah di rumah sakit terbesar di Gaza Selatan itu.

Ledakan yang terjadi menyebabkan kebakaran di beberapa bagian fasilitas medis, sehingga memperburuk kondisi rumah sakit yang sebelumnya sudah mengalami kekurangan pasokan medis akibat blokade Israel.

Sejumlah tenaga medis dan pasien yang berada di lokasi dilaporkan mengalami luka-luka akibat puing-puing bangunan yang runtuh. Tim penyelamat pun bergegas mengevakuasi korban di tengah situasi yang semakin berbahaya.

Israel Klaim Targetkan Hamas

Militer Israel mengklaim bahwa serangan ini dilakukan berdasarkan informasi intelijen yang menyebut bahwa pemimpin Hamas bersembunyi di dalam fasilitas kesehatan tersebut. Mereka juga menyatakan telah menggunakan amunisi presisi guna meminimalkan korban sipil.

Namun, Hamas dan pihak rumah sakit membantah tuduhan bahwa fasilitas medis digunakan sebagai tempat persembunyian kelompok bersenjata. Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza menyebut bahwa serangan terhadap rumah sakit merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan semakin memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Sejak dimulainya agresi Israel pada Oktober 2023, delapan rumah sakit di Gaza telah menjadi sasaran serangan udara. Setidaknya 18 rumah sakit terpaksa berhenti beroperasi karena kerusakan infrastruktur dan kekurangan pasokan medis.

Sebelumnya, serangan juga menargetkan Rumah Sakit Al-Shifa dan Rumah Sakit Anak Al-Nasr, yang menyebabkan banyak korban jiwa, termasuk pasien dan tenaga medis. Hal ini menuai kecaman dari organisasi kesehatan internasional dan pejabat PBB, yang menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Krisis Kemanusiaan Semakin Parah

Serangan yang terus berlanjut terhadap fasilitas kesehatan di Gaza semakin memperburuk situasi bagi warga sipil. Ribuan pasien yang membutuhkan perawatan kini kehilangan akses terhadap layanan medis. Persediaan obat-obatan, peralatan medis, dan tenaga kesehatan semakin menipis, sementara jumlah korban akibat serangan terus meningkat.

Masyarakat internasional terus menyerukan gencatan senjata dan penghentian serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk rumah sakit. Namun, hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa konflik di Gaza akan mereda dalam waktu dekat.

Sementara itu, keluarga korban terus berduka atas kehilangan yang mereka alami, sementara tim medis tetap berusaha menjalankan tugas mereka di tengah ancaman serangan yang bisa terjadi kapan saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *