January 12, 2026

Wamenperin: Indonesia Berpeluang Besar Manfaatkan Relokasi Pabrik dari China

  • March 18, 2025
  • 2 min read
Wamenperin: Indonesia Berpeluang Besar Manfaatkan Relokasi Pabrik dari China

Jakarta, Gatranews.id – Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki peluang besar untuk menarik investasi dari relokasi pabrik asal China ke kawasan Asia Tenggara, termasuk Vietnam.  

“Pada dasarnya peluangnya masih sangat besar,” katanya di Jakarta, Senin (17/3).  

Ia menilai, Indonesia bisa memanfaatkan momentum ini untuk menarik investor mendirikan pabrik di Tanah Air. Pasalnya, China sedang merelokasi 630 pabrik mebelnya ke Vietnam.

Menurutnya, kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS) berpengaruh terhadap iklim industri di kawasan, termasuk Vietnam.  

“Jadi karena Vietnam ini trade balance-nya besar dengan Amerika. Jadi tentu resiprokal ini akan berpengaruh banyak,” ucapnya.  

Oleh karena itu, relokasi pabrik ke Vietnam mungkin tidak memberikan keuntungan signifikan bagi pelaku industri.

Baca juga: Jangan Hina TNI dalam Menjaga Kedaulatan Negara

“Karena kalau mereka membuat atau merelokasi pabriknya ke Vietnam itu kurang lebih sama saja dengan mereka tidak relokasi, kalau kebijakan resiprokal ini betul-betul sudah bisa dijalankan oleh pemerintahan Trump (Presiden AS),” jelasnya.  

Sebelumnya, Faisol mengonfirmasi bahwa sejumlah pengusaha China menunjukkan minat untuk merelokasi pabrik mereka ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. Minat ini tidak lepas dari kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump yang semakin agresif dalam menerapkan bea masuk terhadap produk asal China.  

Di KEK Kendal, pengelola kawasan telah menyiapkan lahan seluas 1.200 hektare untuk pengembangan tahap kedua.  

Direktur Eksekutif KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum mengungkapkan bahwa lahan fase pertama seluas 1.000 hektare telah terisi sekitar 90%.  

“Sisa 10% di fase pertama ini tinggal melengkapi fasilitas pendukung, seperti residensial dan komersial,” katanya.  

Hingga akhir 2024, KEK Kendal telah menampung 42 perusahaan dengan total investasi mencapai Rp86 triliun. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah karena masih ada beberapa perusahaan yang sedang dalam tahap pembangunan dan direncanakan mulai beroperasi pada 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *