January 12, 2026

Jangan Hina TNI dalam Menjaga Kedaulatan Negara

  • March 18, 2025
  • 2 min read
Jangan Hina TNI dalam Menjaga Kedaulatan Negara

Jakarta, Gatranews.id – Konsultan investasi dan keamanan internasional, Dr. John N. Palinggi, menyesalkan adanya pihak-pihak yang menghina Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut harus segera dihentikan.

“Berhentilah menghina TNI. Jangan berlindung di balik demokrasi, tetapi sebenarnya menjalankan kepentingan tertentu. Saya sudah lama mengetahui pola-pola seperti ini,” ujar John Palinggi kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/3/2025).

Ia mempertanyakan kompetensi pihak-pihak yang mengkritik TNI secara kasar. “Apakah mereka berasal dari organisasi masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat (NGO)? Jika NGO, harus jelas orientasinya, apakah benar untuk kepentingan bangsa dan negara atau hanya mewakili kepentingan lain? Jangan seolah-olah berbicara atas nama rakyat, padahal belum tentu mereka memberikan kontribusi nyata bagi bangsa ini,” jelasnya.

John juga menanggapi perdebatan terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI yang dilakukan di Hotel Fairmont Jakarta. Menurutnya, hal tersebut tidak perlu dipermasalahkan, mengingat pembahasan berlangsung hingga larut malam dan membutuhkan tempat yang nyaman.

Sebagai pengamat yang telah mengikuti perkembangan TNI selama 38 tahun, John menegaskan bahwa institusi ini telah memberikan banyak kontribusi bagi negara. “Tanpa TNI, Indonesia mungkin tidak akan ada seperti sekarang. Oleh karena itu, jangan terus-menerus merendahkan mereka,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kemandirian TNI di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, TNI tidak boleh terus bergantung pada kebijakan negara pemberi pinjaman. “Saya prihatin melihat bagaimana TNI pernah dilemahkan hanya karena pinjaman dari IMF. Dulu, Kopassus dan Marinir sempat dikerdilkan. Namun, apakah mereka yang kerap mengkritik TNI juga pernah bersuara lantang terhadap kasus korupsi yang hampir menghancurkan bangsa ini?” tanyanya.

Lebih lanjut, John menilai bahwa banyak pihak tidak memahami keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam demokrasi. “Mereka yang mengatasnamakan NGO, pernahkah mereka benar-benar memperjuangkan penderitaan rakyat? Sementara itu, TNI dengan segala keterbatasannya tetap berdiri di garda terdepan untuk menjaga kedaulatan negara,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *