Hamas dan Jihad Islam Kecam Israel atas Pelanggaran Gencatan Senjata
Doha, Gatranews.id – Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dan Jihad Islam mengecam tindakan Israel yang terus melanggar perjanjian gencatan senjata. Kedua kelompok ini menegaskan bahwa Israel tidak menghormati kesepakatan yang telah disepakati, sehingga memperburuk situasi di wilayah Palestina.
Dalam pertemuan yang digelar di Doha, Qatar, delegasi Hamas dan Jihad Islam membahas berbagai pelanggaran yang dilakukan Israel serta upaya untuk memastikan implementasi penuh dari gencatan senjata. Menurut laporan Quds Press pada Kamis (13/3), pertemuan ini dihadiri oleh delegasi Hamas yang dipimpin oleh Mohammed Darwish, sementara delegasi Jihad Islam dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Ziad al-Nakhalah.
Dalam diskusi tersebut, kedua kelompok menekankan pentingnya kepatuhan terhadap perjanjian gencatan senjata dan seluruh tahapan yang telah disepakati. Mereka juga mendesak agar tahap kedua dari perjanjian segera diterapkan tanpa syarat demi terciptanya stabilitas di wilayah konflik.
“Kami berkomitmen penuh untuk menjalankan seluruh ketentuan dalam perjanjian gencatan senjata dan siap menyelesaikannya sesuai kesepakatan,” ungkap perwakilan Hamas dalam pertemuan tersebut.
Selain membahas pelanggaran gencatan senjata, Hamas dan Jihad Islam juga mengecam tindakan Israel di Yerusalem dan Tepi Barat. Mereka mengutuk penghancuran kamp-kamp pengungsi serta pembatasan akses ibadah di Masjid Ibrahimi yang dianggap sebagai bentuk penindasan terhadap warga Palestina.
Sejak gencatan senjata ditandatangani pada 19 Januari, Israel terus melakukan berbagai pelanggaran, baik dalam aspek militer, politik, maupun kemanusiaan. Bahkan, bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza juga turut terdampak akibat kebijakan represif yang diberlakukan Israel.
Meskipun ada upaya untuk menegakkan gencatan senjata, kondisi di Gaza masih jauh dari stabil. Serangan sporadis dan kebijakan Israel yang membatasi pergerakan warga Palestina terus menjadi tantangan besar bagi perdamaian di wilayah tersebut. Hamas dan Jihad Islam menegaskan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan situasi serta mempertimbangkan langkah lebih lanjut jika Israel tetap mengabaikan perjanjian yang ada.
Hingga kini, komunitas internasional terus mendorong kedua belah pihak untuk mematuhi perjanjian damai demi mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah. Namun, dengan meningkatnya ketegangan, masa depan gencatan senjata ini masih menjadi tanda tanya besar.
