Lawar Plek: Kuliner Ekstrem Bali, Sajian Daging Mentah dan Darah Segar Babi
Gianyar, Gatranews.id – Bali bukan hanya tentang pantai dan pura, tetapi juga surga bagi pencinta kuliner unik. Salah satu hidangan yang menantang nyali adalah lawar plek, makanan tradisional khas dari Ketewel, Gianyar. Berbeda dengan lawar biasa yang menggunakan daging matang, lawar plek dibuat dari daging babi mentah yang dicampur dengan darah segar, kelapa parut, dan rempah-rempah khas Bali. Cita rasanya kuat, kaya rempah, dan tentu saja—bukan untuk semua orang!
Lawar plek sudah ada sejak lama dalam budaya masyarakat Bali. Hidangan ini biasanya disajikan dalam upacara adat atau perayaan tertentu, seperti odalan (peringatan hari jadi pura) dan berbagai ritual keagamaan lainnya. Dalam tradisi Hindu Bali, lawar plek melambangkan keseimbangan antara unsur alam dan manusia.
Proses pembuatannya cukup sederhana tetapi membutuhkan keahlian. Daging babi mentah dicincang halus, lalu dicampur dengan darah segar yang memberikan warna merah khas. Selanjutnya, ditambahkan kelapa parut, bawang merah, bawang putih, cabai, serta bumbu khas lainnya seperti lengkuas, kunyit, dan daun jeruk. Kombinasi bahan ini menciptakan perpaduan rasa yang kuat, pedas, dan kaya akan umami.
Namun, karena bahan utama berupa daging mentah, lawar plek kerap menimbulkan perdebatan. Sebagian orang menganggapnya sebagai makanan yang penuh keberanian, sementara yang lain khawatir dengan faktor kesehatan dan keamanan pangan. Meskipun begitu, masyarakat Bali yang sudah terbiasa mengonsumsi lawar plek percaya bahwa jika dibuat dengan bahan yang segar dan dalam kondisi higienis, hidangan ini aman dikonsumsi.
Evolusi Lawar Plek: Dari Tradisional ke Modern
Seiring berkembangnya industri kuliner, lawar plek pun mengalami inovasi. Beberapa restoran mencoba menyajikan hidangan ini dengan pendekatan lebih modern dan aman. Salah satu kreasi menarik adalah Balinese steak tartare, yaitu versi lawar plek yang disajikan dengan crumble sambal embe, kaviar sagu asap, dan consomme tomat. Ini tidak hanya membuat hidangan lebih elegan tetapi juga lebih aman dikonsumsi oleh wisatawan yang mungkin ragu mencoba versi tradisionalnya.
Selain itu, beberapa tempat makan di Bali kini menyajikan lawar plek dalam versi matang untuk mengakomodasi mereka yang ingin menikmati cita rasa lawar tanpa risiko mengonsumsi daging mentah. Versi matang ini biasanya dimasak dengan cara ditumis atau dipanggang sebentar, sehingga tetap mempertahankan rasa asli tetapi lebih aman.
Berani Coba? Tips Aman Mencicipi Lawar Plek
Bagi sebagian wisatawan asing, lawar plek menjadi pengalaman kuliner yang unik dan tak terlupakan. Beberapa vlogger kuliner dan food enthusiast dari luar negeri telah mencoba lawar plek dan membagikan pengalaman mereka di media sosial. Ada yang terkejut dengan rasa pedas dan rempahnya yang kuat, ada pula yang mengagumi keberanian masyarakat Bali dalam mempertahankan tradisi kuliner ekstrem ini.
Namun, tidak sedikit pula yang merasa skeptis dan ragu karena faktor daging mentah dan darah segar. Beberapa ulasan di platform seperti TripAdvisor menyebutkan bahwa lawar plek memang menantang, tetapi hanya cocok bagi mereka yang benar-benar berani.
Lawar plek bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari warisan kuliner Bali yang kaya tradisi dan filosofi. Bagi yang berani mencoba, hidangan ini bisa menjadi pengalaman gastronomi yang tak terlupakan. Namun, bagi yang belum siap, ada banyak pilihan kuliner Bali lain yang tak kalah lezat dan aman.
Jadi, apakah Anda cukup berani mencicipi lawar plek saat berkunjung ke Bali? Pastikan Anda memilih tempat yang tepat untuk pengalaman yang aman dan menggugah selera!
Resep Lawar Plek Tradisional
Bagi yang ingin mencoba membuat lawar plek sendiri di rumah, berikut resep tradisionalnya:
Bahan-bahan:
- 500 gram daging babi segar, dicincang halus
- 200 ml darah babi segar
- 150 gram kelapa parut, sangrai
- 5 siung bawang merah, diiris tipis
- 3 siung bawang putih, dihaluskan
- 5 buah cabai merah, dihaluskan
- 2 batang serai, dimemarkan
- 2 lembar daun jeruk, diiris tipis
- 1 sdt garam
- ½ sdt merica bubuk
- 1 ruas jari kunyit, diparut
- 1 ruas jari lengkuas, diparut
- 1 sdm air jeruk nipis
- Minyak kelapa secukupnya untuk menumis
Cara Membuat:
- Panaskan sedikit minyak kelapa, lalu tumis bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, dan lengkuas hingga harum.
- Masukkan kelapa parut sangrai, serai, dan daun jeruk. Aduk rata hingga bumbu meresap.
- Campurkan daging babi mentah yang sudah dicincang ke dalam tumisan bumbu. Aduk hingga tercampur rata.
- Tambahkan darah babi segar, garam, merica, dan air jeruk nipis. Aduk kembali hingga lawar plek memiliki tekstur yang menyatu.
- Sajikan lawar plek dalam keadaan segar bersama nasi putih hangat dan lauk pendamping seperti sate lilit atau ayam betutu.
