Pos Indonesia Salurkan Bansos di Lampung, 99 Persen Tersalurkan dalam Sepekan
Bandar Lampung, Gatranews.id – PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND berhasil menyalurkan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan sembako di Provinsi Lampung. Dalam waktu sepekan, 99% dari total 97.487 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah menerima bantuan.
Executive General Manager Kantorpos KCU Bandar Lampung, Richwan Boy mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan dinas sosial dan pemerintah daerah. Sehingga bansos tersalurkan bisa dipastikan tepat waktu dan sasaran.
“Kami cukup bangga atas kepercayaan pemerintah dalam menyalurkan bansos PKH dan sembako ini. Koordinasi dengan pihak terkait sangat penting agar proses penyaluran berjalan lancar,” ujar Richwan dalam keterangan yang diterima pada Selasa (11/3).
Sebagian besar bantuan tersalur di tiga kabupaten, yakni Lampung Selatan (16.604 KPM), Tanggamus (15.055 KPM), dan Lampung Utara (18.327 KPM). Sementara itu, 1% yang belum tersalurkan umumnya disebabkan oleh koreksi data penerima atau penerima yang tidak berada di rumah.
Tantangan di Wilayah 3T
Penyaluran bansos di daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terpencil (3T) menghadapi tantangan geografis dan cuaca ekstrem. PosIND menyiapkan strategi khusus, termasuk penggunaan transportasi alternatif dan pengamanan tambahan.
“Kami sudah memiliki tim khusus untuk wilayah perairan yang berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menentukan waktu penyaluran yang tepat,” kata Richwan.
PosIND juga mengandalkan teknologi Pos Giro Cash untuk penyaluran di wilayah tanpa internet. Sistem ini memungkinkan transaksi dilakukan secara offline, dengan data penerima tersimpan di perangkat juru bayar dan diperbarui setelah kembali ke area berinternet.
“Dengan sistem ini, bantuan tetap dapat disalurkan dengan akurat meskipun berada di wilayah yang sulit dijangkau jaringan komunikasi,” jelasnya.
Dukungan Ekonomi Jelang Ramadan
Selain menyalurkan bansos, PosIND juga menggelar operasi pasar di sejumlah kantor pos utama. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan.
“Kepercayaan pemerintah kepada PosIND dalam distribusi bantuan dan operasi pasar menjadi bukti bahwa kami juga siap berkontribusi dalam mendukung perekonomian, khususnya di daerah-daerah terpencil,” ujar Richwan.
Penyaluran bansos di Bakauheni juga berjalan lancar. Branch Manager Kantor Pos KC Bakauheni, Mursalim, menyebut total penerima manfaat di wilayahnya mencapai 721 KPM. Penyaluran dilakukan melalui pencairan di kantor pos dan layanan door-to-door untuk lansia, penyandang disabilitas, serta warga yang sedang sakit.
Mursalim menekankan bahwa luasnya jangkauan Pos Indonesia serta sistem verifikasi ketat, termasuk geotagging dan biometrik, memastikan distribusi bansos lebih transparan dan akurat.
“Kami berharap pemerintah terus memberikan kepercayaan kepada PT Pos Indonesia untuk menyalurkan bansos di masa mendatang. Kami siap menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab,” ujar Mursalim.
Apresiasi Pendamping PKH dan KPM
Keberhasilan penyaluran bansos tak lepas dari peran pendamping PKH. Dedi Cahyadi, salah satu pendamping, mengapresiasi metode door-to-door yang diterapkan PosIND.
“Banyak KPM yang tidak bisa datang langsung karena sakit atau keterbatasan fisik, sehingga layanan ini sangat membantu,” ujar Dedi.
Ia juga memuji pemanfaatan teknologi geotagging dan face recognition yang memastikan penerima manfaat benar-benar tinggal di lokasi terdaftar.
Di sisi lain, KPM juga mengungkapkan rasa syukur atas bantuan ini. Endang Setiati, warga Desa Hatta, menyebut bantuan Rp600 ribu yang diterimanya sangat membantu kebutuhan sehari-hari.
“Saya terharu dan berterima kasih kepada pemerintah. Bantuan ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Endang.
Hal serupa disampaikan Sri Yulianingsih. Ia berharap program ini bisa terus berlanjut.
“Saya berterima kasih kepada Pak Presiden Prabowo, Kementerian Sosial, dan PT Pos (PosIND) yang sudah menyalurkan bantuan ini kepada masyarakat,” ujar Sri.
