Luncurkan Politics & Colleagues Breakfast, Ahmad Doli: Politik Harus Terang Benderang
Suasana peluncuran “Politics & Colleagues Breakfast” (PCB). (MGN/Gatranews)
Jakarta, Gatranews.id – Politisi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung meluncurkan wadah untuk berdiskusi “Politics & Colleagues Breakfast” (PCB). Bagi Doli, forum PCB ini sebagai satu bentuk bahwa berpolitik haruslah santai dan terbuka.
“Makanya kami ambil kata ‘breakfast’, ini sebagai bentuk bahwa diskusi di sini tentang politik semuanya cerah, terang benderang. Karena selama ini berpolitik kan anggapannya gelap, terselubung dan tertutup,” paparnya saat membuka acara, di Kompleks Permata Hijau, Jakarta Selatan, Jumat (28/2/2025).
Kemudian, Doli memaparkan jika kata ‘colleagues’ yang bermakna kolega, ia ingin apa yang diinisiasi olehnya ini agar bisa jadi satu wadah tempat berkumpulnya para ahli untuk berargumen tentang keadaan perpolitikan ke depan.
“Kami sebagai politisi kan tentu perlu berdiskusi, bertukar pikiran dengan para pakar, apa lagi saya sebagai Ketua Baleg. Maka kata ‘politics’ erat kaitannya tentang saya pribadi sebagai politisi, saya berharap di sini lah tempat untuk berdiskusi agar politik ke depan lebih baik,” ucapnya.
Dalam jangka panjang, forum semacam ini akan menjadi media untuk silaturahmi antar faksi politik dan berbagai kelompok, dalam suasana yang penuh kekeluargaan. Forum ini rencananya digelar secara rutin, setiap dua minggu atau satu bulan sekali, di Sekretariat PCB, kawasan Permata Hijau. Tema yang diangkat beragam, terkait dengan kepentingan publik, atau isu yang sedang hangat. Pada saat tertentu, PCB dapat juga memainkan peran sebagai pendorong suatu isu yang menyangkut kepentingan masyarakat.
“Dan memang sengaja agar saya sebagai Ketua Baleg untuk belanja persoalan dan berbagai isu di forum ini. Kami tentu senang mendapat perhatian, kritik dan sumbangsih saran yang bisa membuat Indonesia semakin membaik dalam konteks politik,” tutupnya.
Di samping itu, Doli juga meluncurkan bukunya yang ketujuh dengan judul “Kaca Mata Doli Kurnia”. Isinya tentang opini Doli Kurnia yang banyak dipublikasikan di media online kemudian dibukukan.
