January 12, 2026

Menteri UMKM: Kemitraan Jadi Kunci Pertumbuhan Usaha Kecil

  • February 19, 2025
  • 2 min read
Menteri UMKM: Kemitraan Jadi Kunci Pertumbuhan Usaha Kecil

Jakarta, Gatranews.id – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya semangat kemitraan dalam mengembangkan skala usaha kecil dan menengah di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi antara UMKM dan usaha besar menjadi kunci untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Saat korporasi besar luluh lantak akibat pandemi COVID-19, UMKM hadir sebagai penyelamat ekonomi bangsa ini. Pengusaha UMKM tidak butuh belas kasih, tapi butuh semangat kemitraan,” ujar Maman di Jakarta, Rabu (19/2).

Maman menekankan bahwa pendekatan yang tepat bagi UMKM bukan sekadar tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Tetapi tanggung jawab bisnis perusahaan (Corporate Business Responsibility/CBR).

“Kalau menempatkan UMKM dalam perspektif sosial, saya pastikan tidak akan bisa maju dan tumbuh. Tapi kalau UMKM ditempatkan dalam perspektif business responsibility, Insyaallah UMKM itu akan tumbuh,” katanya.

Menurut Maman, pendekatan ini berlandaskan prinsip ekonomi kapital, yang mengedepankan aspek keuntungan dan profesionalisme dalam kemitraan usaha. Oleh karena itu, ia mengajak para pemangku kepentingan untuk melibatkan UMKM dalam pola bisnis business to business (B2B).

Langkah Besar UMKM Naik Kelas

Maman menyoroti aturan baru dalam Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (UU Minerba) yang memberikan peluang bagi UKM untuk memperoleh Izin Usaha Pertambangan (IUP). Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah besar bagi UMKM untuk naik kelas.

“Secara spirit, munculnya aturan baru dalam UU Minerba memberikan kesempatan kepada usaha kecil dan menengah dalam menaikkan level usahanya. Karena kita ingin mengangkat sektor UKM sebagai sektor yang benar-benar menjadi penopang ekonomi negara. Seperti di China, Korea Selatan, Jepang, dan negara maju lainnya,” ujarnya.

Maman mengakui bahwa tantangan terbesar bagi Kementerian UMKM adalah membangun konektivitas antara UMKM dan usaha besar. Hingga kini, sinergi antara kedua sektor tersebut masih belum optimal.

“Sampai hari ini belum terjadi sebuah konektivitas antara UMKM dan usaha besar, persis seperti yang disampaikan Profesor Bambang Brodjonegoro. Untuk itu, ke depan kami akan memberi prasyarat kepada UKM yang mendapatkan IUP, agar dapat terbangun rantai pasok,” kata Maman.

Pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2025. Dalam upaya mencapai target tersebut, UMKM dan pariwisata menjadi dua sektor strategis yang berperan penting. Berdasarkan data Kemenko Perekonomian, UMKM menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Bahkan sektor ini menyerap hampir 97% tenaga kerja, dengan lebih dari 64 juta unit usaha yang menopang perekonomian rakyat.

Dalam acara tersebut, Menteri UMKM Maman Abdurrahman didampingi Deputi Bidang Kewirausahaan Siti Azizah. Hadir pula Menteri Koperasi dan UKM periode 2019-2024 Teten Masduki serta Menteri Riset dan Teknologi periode 2019-2021 Bambang Brodjonegoro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *